Semua
penyakit pasti ada obatnya . Begitu halnya yang dialami Sri Maryatun.
Setelah sekian lam menderita benjolan di leher karena suatu penyakit,
akhirnya sembuh setelah diterapi SEFT. Bagaimana kisahnya?
SEJAK pertengahan 2008, tiba-tiba di bagian leher Sri Maryatun (38) muncul benjolan. Awalnya, ibu dari dua anak itu mengalami demam dan nyeri di bagian tenggorokan. Tak berselang lama, Sri melihat kelainan di bagian lehernya. “Kok leher sebelah kanan seperti membengkak?” tukasnya.
SEJAK pertengahan 2008, tiba-tiba di bagian leher Sri Maryatun (38) muncul benjolan. Awalnya, ibu dari dua anak itu mengalami demam dan nyeri di bagian tenggorokan. Tak berselang lama, Sri melihat kelainan di bagian lehernya. “Kok leher sebelah kanan seperti membengkak?” tukasnya.
Dimotivasi
Beruntung sebagai ibu rumah tangga aktivitas Sri Cuma berkutat di lingkup rumah sehingga rasa sakitnya masih bisa bertahan. Oleh suami, wanita lulusan SMEA (sekarang SMK) ini diajak untuk check up ke dokter spesialis penyakit dalam dan direkomendasikan ke rumah sakit untuk dilakukan foto scan. Menuruti anjuran dokter, Sri menuju salah satu rumah sakit besar di Surabaya. Sayangnya, sesampainya di lokasi ia mengalami nervous.
“Tiba-tiba badan saya meriang dan lemas. Ya sudah, saya urungkan niat foto scan itu dan segera mengajak suami pulang ,” tutur Sri. Karena itu, Sri tidak mengerti jenis penyakit apa yang dideritanya. Hanya saat berbincang dengan dokter spesialis, kemungkinan benjolan itu harus dioperasi. Padahal alat-alat medis saja ia sudah takut.
Sekitar sepuluh bulan Sri terus menahan sakitnya. Hingga pada bulan April, ia diperkenalkan dengan Arif Fathuerrahman SPdl, alumnus Training SEFT angkatan ke-43. Arif adalah ustad di pesantren dekat rumahnya, Setro Baru Utara, Gading, Tambaksari, Surabaya.
“Saat ustad Arif datang ke rumah untuk melakukan terapi, beberapa saudara sedang berkumpul. Waktu itu saya merasakan sangat sakit, bahkan untuk ngomong saja sulit. Jadi ,saya diam saja,” kisah wanita ini. Oleh Arif, Sri diberi motivasi untuk bisa menghadapi segala masalah dengan lapang dada. Sri ngaku, dirinya adalah sosok pemarah yang sulit mengendalikan emosi. Setelah itu ia diajak untuk menerima secara ikhlas penyakit yang di deritanya dan memasrahkan kesembuhannya kepada Allah .
Kerusakan Organ
Pada putaran pertama, pria berdarah Sunda itu melakukan terapi dengan memfokuskan pada benjolan di leher Sri .”Saya menggunakan tangan kanan untuk mengetuk (tapping) delapan belas titik tubuh Sri,” ujar Arif. Ajaib, putaran pertama usai, benjolan di leher Sri langsung lenyap tak berbekas. Namun, lantaran Sri masih merasakan sakit ditenggorokan, Arif mengulangi tapping dengan dengan konsentrasi untuk menghilangkan rasa sakitnya.
Set up atau doa yang diucapkan Sri ialah, “Ya Allah meski leher dan tenggorokan saya sakit, saya ikhlas saya pasrah.” Setelah tapping putaran kedua, seluruh rasa sakit yang diderita Sri turut menghilang. “Saya heran, kok bisa ya, hanya dengan ketuk-ketuk, benjolan di leher bisa lenyap. Dan emosi saya juga lebih terkendali sekarang,”pungkas Sri.
Dalam ilmu kedoteran barat, tubuh manusia adalah materi yang terdiri dari organ tubuh yang larutan kimia. Maka, ketika seorang merasa sakit, penyebabnya adalah kekacauan kimiawi atau kerusakan organ tubuh. Untuk menyelaraskan sistem kimiawi tubuh, dibutuhkan intervensi zat kimia, yaitu obat-obatan. Jika penyakitnya masih belum teratasi, dokter merekomendasikan untuk dilakukan operasi pembedahan untuk mengangkat meteri penyakit. Sementara ilmu kedokteran timur kedokteran menghadirkan pendekatan lain yaitu sistem energi.
“Tubuh manusia adalah sebuah sistem energi, jika sirkulasinya lancar dan berjalan mulus, maka kesehatan badan akan terjaga. Sebaliknya, jika terdapat gangguan, berbagai penyakit fisik akan muncul termasuk dalam kasus ibu Sri Maryatun yang mengalami benjolan di bagian leher tersebut,” ujarnya.
Tapping (ketukan) dalam SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique), sambung mempunyai fungsi menyelaraskan energi tubuh yang terganggu. Apabila sistem energi itu sudah berjalan bagus, maka efeknya, berbagai penyakit fisik akan hilang. “Selain itu menurut mazhab energi psikologi yang dianut (SEFT), penyakit fisik manusia hampir semuanya dipicu oleh emosi negatif. Kendati terkadang hal itu tidak disadari oleh penderita. Karena sebelum melakukan terapi untuk penyembuhan fisik, para terapis SEFT biasanya mengajak pasien untuk menerima secara ikhlas segala beban masalah yang membelit dirinya. Karena kemungkinan besar disitulah akar masalahnya,”tandasnya. (Nurani, VII/O7/I/09)




0 Komentar