Memang manusia tidak akan pernah luput karena kesalahan, oleh sebab itu sepatutnyalah manusia saling maaf-memaafkan. Bagi sebagian orang memaafkan adalah pekerjaan yang berat, apalagi jika orang tersebut meninggalkan bekas luka hati yang mendalam, luka yang sulit untuk dilupakan.

Semakin banyak kesalahan semakin luka hati yang mendalam yang kadang menimbulkan dendam. Allah mengajarkan kita untuk saling memaafkan. Memaafkan adalah adalah obat penawar dendam yang paling mujarab, yaitu dengan mengikhlaskan kesalahan orang lain, mengingat kebaikan orang lain, dan jika masih ada permasalahan semestinya diselesaikan dengan baik-baik.

Salah satu momentum yang tepat itu adalah saat lebaran, dimana kita semua bisa saling maaf-memaafkan, walaupun juga tidak perlu menunggu lebaran untuk saling memaafkan. Begitu ada kesempatan langsung saja temui, selesaikan masalah, dan saling memaafkan.

Konon, orang yang memaafkan adalah orang lebih beruntung karena orang yang penuh maaf hatinya menjadi bersih bersinar bebas dari kotoran dendam dan kebencian. Hatinya dipenuhi rasa syukur dan kebahagiaan.

Seseorang yang memaafkan lebih sulit ketimbang orang yang meminta maaf karena orang yang memaafkan, ibaratnya adalah orang yang memaafkan adalah orang yang harus rela mengikhlaskan kesalahan orang lain terhadapnya. Ia memberangus habis bibit-bibit kebencian dan dendam lenyap dari hatinya kemudian ia menanamkan benih kedamaian tumbuh subur dalam hatinya.

Orang yang tidak mau memaafkan seolah olah menggendong kesalahan-kesalahan orang lain kemanapun dia pergi yang bisa menggerogoti kesehatan hatinya karena memendam dendam amarah. Dengan memaafkan situasi bisa berubah 180 derajat, yang tadinya saling membenci bisa jadi saling bersahabat

 

 

Posting Komentar

0 Komentar